Kalau-kalau merasa pernah mendengar istilah ini entah dimana, berarti anda normal. Hahaha.. Maaf.. Iya bener, istilah ini memang sering banget kita denger, eh lebih tepatnya baca ketika kita menonton film-filmnya Warkop DKI.Istilah ini selalu ada di part akhir film Warkop DKI. Tapi tapi tapi, artikel ini bukan untuk membahas filmnya warkop DKI lho.. Saya cuma mengutipnya aja kok.
Apa sich yang ada di benaknya temen-temen ketika baca istilah itu?? Pasti aneh ya.. Nggak mungkin gitu kan kalau kita akan dilarang untuk tertawa. Tapi emang bener kok.. Kita harus hati-hati dalam tertawa. Mungkin ada yang masih inget tentang dibrendelnya program acara Empat Mata. Itu sich bukan awal ya.. tapi mungkin itu menurut saya klimaksnya. Gimana kita harus berhati-hati dalam tertawa. Banyak banget acara komedi yang ada di setiap stasiun televisi. Mungkin di tiap-tiapnya punya lebih dari 3 mata acara yang bertemakan komedi. Mungkin lebih dari 99 mata acara komedi di semua stasiun televisi nasional yang ditayangkan setiap minggunya. Variantnya pun berbeda-beda, dari mulai talkshow, sitkom, reality show, dan banyak lagi yang lainnya. Dan ada kesamaan lagi diantara puluhan acara itu, semua acara komedi selalu berhubungan dengan pelecehan. Bentuk pelecehan yang paling nyata yaitu pelecehan fisik. Sudah menjadi rahasia publik kalau hampir semua pelawak-pelawak di indonesia itu memiliki kekurangan. Bukan berarti kita yang bukan pelawak tidak memiliki kekurangan lho.. Tapi mungkin yang ada sekarang, kekurangan-kekurangan itu terlalu diekspos dan dijadikan bahan ejekan satu sama lain. Dan ironisnya, kita yang melihat ini malah tertawa terbahak-bahak atas penghinaan tersebut (bukan berarti saya nggak lho,,hehehe).
Bukan hanya dari segi fisik yang dijadikan lawakan oleh orang-orang, namun banyak lagi hal lin, misalnya sex dan lain sebagainya. Pelecehan sex yang saya maksud di sini adalah seperti laki-laki tulen yang memerankan sosok perempuan. Banyak juga kan pelawak yang memakai cara ini, seperti acara Ngelenong Nyokkk,, semua laki-laki disana pasti pernah berperan sebagai perempuan. Di sisi lain, ini juga merupakan penghinaan bagi kaum perempuan.
Dengan adanya cara-cara melawak yang cukup membuat miris ini, banyak orang yang keberatan dan melaporkan keberatannya kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Dan KPI yang memang tugasnya tergolong represif, artinya mereka melakukan tindakan ketika ada aduan yang datang kepada mereka. Dan kalau dinilai memang kurang memenuhi persyaratan mereka, acara tersebut awalnya hanya diberi peringatan, ketika masih melakukan tindakan yang sama, mereka akan mengambil tindakan tegas, yaitu membrendelnya.
Saya masih ingat, ketika di tiap-tiap acara komedi terutama yang disiarkan Live, mereka sering berkata "ati-ati, nanti ditegur KPI lho.." Waktu itu saya masih nggak menanggapi apapun, karena saya belum mengerti juga, tapi sekarang yang mungkin bisa saya garis bawahi adalah kalau kita harus hati-hati dalam tertawa. Salah-salah bisa kena tegur KPI.. hehehe..
Oleh karena itu, segeralah tertawa, sebelum tertawa itu dilarang.. :D (met)
