
Beberapa bulan lalu saya mulai mengamati program-program acara di televisi, dan lagi-lagi saya memperoleh hal yang baru lagi... Dan lagi-lagi saya harus bertanya-tanya kepada hati saya sendiri.. Gimana enggak..??? Program-program acara yang dulu pernah ada dan mendadak lenyap dari peredaran, kini muncul lagi. Mulai dari program Reality Show sampai acara Kuis. Terhitung dari Uang Kaget yang bermetamorfosis menjadi Duit Kaget, Lunas menjadi Dibayar Lunas, Tolong menjadi Minta Tolong Siapa Berani dan Siapa Berani Sekali berevolusi menjadi Siapa Lebih Berani dan Siapa Paling Berani.
Acara-acara tersebut muncul hampir bersamaan, yah walaupun semuanya itu ada di naungan satu manajemen. Tapi bukan berarti acara-acara itu minus pemirsa lho.. Banyak juga yang menyaksikan acara-acara tersebut. Memang sich, saya belum pernah mengadakan riset langsung, tapi saya pernah iseng-iseng menanyakan kepada temen-temen atau warga-warga di sekitar rumah saya, dan ternyata sebagian besar dari mereka memang menjadi pemirsanya.
Seiring dengan berkembangnya program-program acara tersebut, ada sedikit pertanyaan yang mengusik hidup saya, halah.. kayanya terlalu berlebihan, yang jelas saya jadi bertanya-tanya, kenapa kok acara tersebut muncul di waktu yang bersamaan?? Sedikit analisis dari saya, mungkin pemirsa sudah merasa bosan karena mereka terus-terusan dijejeli Reality Show yang nggak real. Reallity show yang berskenario yang biasanya disebut Drama Reality. Udah banyak contohnya, dari mulai Termehek-mehek, Realigi, Orang Ketiga, Backstreet, Cinta Pertama, Cinta Monyet, Mak Comblang, Mata Mata dan banyak lagi reality show yang lain yang kayaknya nggak lebih dari pembodohan publik.. Masyarakat dipaksa percaya dengan suguhan mereka itu, yang kadang malah terlihat sekali bo'ongnya. Masa' nyari orang belasan tahun gag ketemu, eh klau ikut acara tersebut bisa langsung ketemu dalam hitungan hari.. ckckckckckckck..
Dari pihak kuis, akhir-akhir ini, dimulai dari mulai merebaknya ajang pencarian bakat semacam AFI (Akademi Fantasi Indosiar), Indonesian Idol, KDI (Kontes Dangdut TPI) dan lain-lain. Dari situ dimulailah sebuah inovasi baru, SMS. Mendukung idolanya melalui SMS, memang awalnya bagus.. Tapi lama-lama kok jadi fenomena aneh gini ya.. Tiap hari masyarakat disuguhi segala macam hal dengan SMS, dan yang paling sering adalah kuis. Padahal dulu, lewat telp. Yach begitulah.. Dan boleh dilihat, tiap tengah malam, pasti ada kuis-kuis lewat sms. Rasa-rasanya kok sekarang itu nggak ada kuis yang bener-bener kuis yang memang mengasah otak. Dari itu, ada sekelompok masyarakat yang haus akan kuis-kuis seperti itu. Lihat saja dulu, begitu banyak kuis-kuis yang mengasah otak, seperti Kuis Apa Ini Apa Itu, Kuis Piramida, Kuis Digital LG Prima, Kuis Siapa Berani dan Siapa Berani Sekali, serta banyak lagi yang lainnya.
Rasa-rasanya memang nggak salah jika kemunculan-kemunculan program-program TV yang sama dengan dulu tersebut dikarenakan hausnya masyarakat akan kebenaran, kejujuran, kecerdasan, dan lain-lain. Semoga dengan munculnya program-program tersebut bisa menjadi inspirasi bagi program lain yang banyak menjanjikan mimpi untuk memproduksi sebuah program yang benar-benar bermutu dan bisa memunculkan kembali program bermutu yang mungkin dulu pernah ada... Semoga..
