Jumat, 02 Oktober 2009

Sekedar opini : Setelah nurdin wafat, selanjutnya...???


Kira-kira satu minggu sebelum lebaran, Indonesia dikejutkan dengan berhasilnya POLRI menewaskan gembong terorisme di Indonesia Nurdin M. Top bersama beberapa orang DPO lainnya. Kabar itu tentu saja mengejutkan, dan sempat membuat beberapa orang tak percaya apakah yang tewas itu benar-benar Nurdin M. Top. Karena pengalaman sebelumnya, masyarakat harus menelan kekecewaan karena yang tewas bukan Nurdin M. Top ternyata Ibrahim. Namun setelah pengumuman resmi dari POLRI, masyarakat merasa lega karena memang benar-benar Nurdin M.Top yang tewas terbunuh dalam penyergapan di Solo, Jawa Tengah.

Namun pertanyaan yang banyak mengusik masyarakat sekarang adalah apakah terorisme di Indonesia akan selesai ketika Nurdin M. TOp wafat..?? Saya rasa tidak. Ini sekedar opini dari saya. Yang mempunyai paham seperti Nurdin di Indonesia ini tidak hanya satu dua orang. Dan paham itu adalah paham garis keras. Orang-orang seperti mereka tidak akan berhenti hanya karena salah satu dari mereka telah meninggal. Malah, mati adalah tujuan mereka. Karena anggapan mereka, itu adalah jihad di jalan Allah. Dan mungkin, selama kurang lebih 9 tahun Nurdin melanglang buana di Indonesia, ia telah berhasil membentuk satu buah benteng yang kokoh. Bisa saja ia menurunkan segala pengetahuannya tentang apapun kepada orang-orang yang dianggapnya mampu. Dan ia telah menyiapkannya jauh-jauh hari, karena ia sadar, suatu hari ia pasti akan mati juga dengan cara apapun, tak harus dengan cara seperti ini. Mereka pasti mempersiapkan Nurdin-Nurdin selanjutnya sebelum ajal menjemput mereka.

Kenapa sich harus Indonesia?? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan banyak orang. Iya. Kenapa mereka harus menjadikan Indonesia sasaran mereka. Beberapa ahli mengatakan kalau terorisme itu salah kalau dialamatkan di Indonesia. Yang benar di negara-negara Timur Tengah sana. Namun, pemikiran Nurdin dan antek-anteknya tentu tak seperti itu. Mereka pasti mempunyai alasan yang kuat kenapa mereka memilih Indonesia sebagai sasaran mereka. Saya rasa ini bukan hanya sasaran yang asal-asalan. Dalam beberapa artikel waktu Amrozi dkk ditangkap, mereka mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu sekutunya Amerika, Australia dan negara-negara kafir lainnya. Untuk urusan ini, saya belum mengerti benar duduk permasalahannya.

Namun, yang sedikit mengusik hati saya, kenapa orang-orang itu dinamai teroris. Memang mereka sudah membuat kita dan dunia merasa selalu was-was karena teror yang mereka sebarkan. Mereka juga kadang membuat Muslim sendiri menjadi terpojok. Namun, mereka juga membela Islam dan yang menjadi sasaran mereka adalah orang-orang yang kafir. Dan kenapa, yang memang terlihat benar-benar meneror malah tidak dibilang sebagai Teroris. Seperti Israel, Amerika, dan antek-anteknya. Mereka telah membuat saudara-saudara kita, di Palestina, Iran dan Afganistan, banyak teraniaya. Mereka banyak membunuh saudara-saudara kita dengan alasan yang tidak jelas. Mengapa bukan mereka yang dibilang TERORIS???

Umat Muslim wajar jika marah. Dalam berbagai bentuk, wajar jika kemarahan mereka diluapkan. Yang mungkin salah, jika yang menjadi korban adalah orang yang tidak tahu apa-apa.

Tulisan saya ini bukan bertujuan untuk menakut-nakuti. Namun, sudah seharusnya umat Muslim bersatu melindungi negeri ini bahkan dunia ini dari tindak-tindak teror oleh siapapun itu. Apapun alasannya membunuh orang itu salah. Tindak terorisme tidak dapat dibenarkan. Umat Islam sudah seharusnya melindungi kehormatannya dengan jalan bersatu untuk menunjukkan Islam yang sebenarnya. Yang salah di sini bukan orang sebagai umat Islam, tetapi keyakinan orang tentang pemahaman sesuatu. Semoga tulisan ini dapat berkenan di hati pembaca. (met)

0 komentar on "Sekedar opini : Setelah nurdin wafat, selanjutnya...???"

Posting Komentar

 

_ Copyright 2008 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipiet | All Image Presented by Tadpole's Notez